Pribadi
Teknisi Koplak
Bak Pahlawan yang mencoba menyelamatkan dokumen pekerjaan
Mumpung lagi nge-blog pingin bagi pengalaman lucu.
Ini terjadi kurang lebih dua minggu yang lalu. Saat itu aku berangkat kerja. Tak lama kemu…
Bak Pahlawan yang mencoba menyelamatkan dokumen pekerjaan
Mumpung lagi nge-blog pingin bagi pengalaman lucu.
Ini terjadi kurang lebih dua minggu yang lalu. Saat itu aku berangkat kerja. Tak lama kemudian ada pelanggan yang meminta unuk mencarikan datanya yang hilang (terdelete). Nah ribet tho? hehehe. Saat itu dari Customer Service memanggilku untuk menemui pelanggannya. Maklum yang terpanggil aku karena terlihat sedang melakukan presensi dengan mesin ceklok hehehe. Nah tho malah jadi pagi-pagi diguyur keringat dingin, nggk enak dapat pekerjaan susah. Dengan terpaksa dan sangat terpaksa aku menemui pelanggan itu. Kalau nggk terpaksa malah ntar dipotong gajinya. Kan ribet.
Terjadilah suatu tawar menawar dan tanya jawab seperti dibawah ini:
Aku : Mmm......, ada yang bisa saya bantu mas?
Pelanggan : Oh ada mas, gini kan laptopku trouble. Datanya ilang sendiri padahal itu data penting.
Aku : (Sok penasaran) Bisa tolong dilihatkan dimana data itu sebelum hilang
Pelanggan itu akhirnya mencarikan lokasi dimana kejadian tidak menyenangkan itu berlangsung. Dengan secepat kilat sudah berhasil memasuki daerah tersebut.
Pelanggan : Ini lho mas, kan tadinya di folder proposal bla bla bla kan ada datanya. Kok tiba tiba hilang sendiri. Biasanya itu kenapa mas?
Aku : (Berlagak lagi sok tahu) Hum...... gitu ya, ada lagi yang hilang?
Pelanggan : Ada mas itu di drive bla bla bla, dengan nama folder bla bla bla. Isinya gambar proyek semua.
Aku : Oh........, gitu ya. Um....., kalau begitu ditinggal aja mas. Ntar kalau sudah jadi dihubungi.
Pelanggan : Kira-kira kapan mas?
Aku : Nggak bisa dipastikan mas.
Pelanggan : Mungkinkah data itu kembali?
Aku : (Biar dikira pintar) Bisa, tapi prosentasenya kecil tidak ada 5 % mas. Tapi tetep saya usahakan untuk mencari data-data Anda.
Tanpa waktu lama, aku langsung memanggil Customer Servise-nya dan menceritakan keluhan yang dialami pelanggan.
Aku : Selanjutnya kuserahkan padamu (dramatis)
CS : Siiipp!!!.... Pokoknya beres dah.
Aku : Mas, kutinggal dulu ya mau bekerja dulu.
Pelanggan : Ya mas, makasih sebelumnya.
Dengan secepat kilat aku kabur dari orang itu. Dalam hati berkata "Mati gue, dapat pekerjaan yang susah di waktu yang sempit". Maklum waktu itu aku masih dikejar pekerjaan yang lain yang sudah lama dan belum kelar karena kerusakan hardware.
Sampailah aku di ruang kerjaku. Saat itu aku langsung bergegas menuju pekerjaanku yang tercecer tak rapi. Kucona teliti lagi kerusakan satu persatu dan.................................................. bukannya malah berhasil tapi telepon berdering Kriiiing.....Kriiing, Kepalaku menguap 1 tingkat sambil mengangkat gagang telepon itu.
Aku : Haloo
??? : Halo, Jun
QS : Jun, itu ada rakitan 5 PC buat warnet di daerah tegal minta besok diambil. Jadi hari ini harus jadi.
Aku : Siiap
QS : Serius lho??
Aku : Hari ini kan????
QS : Ya, pokoknya hari ini harus jadi
Tuuut, tuuut, tuuut.
Dalam batinku "Asem igh, dibikin mbedegel (muak)".
Kulanjutkan pekerjaanku yang sulit dengan mengacuhkan barang baru pesanan dari tegal itu. Semakin pusing dengan kerjaanku semakin tersadar bahwa waktu pada hari itu lebih cepat dari biasanya. "Busyeet, jam 10.25 pagi sudah terlewati. Aku harus cepat-cepat mengerjakan rakitan itu". Kebetulan waktu itu ada anak magang yang masih baru 2 hari datang dan menawarkan jasanya (magang anak sekolah). Dengan mencari kesempatan yang ada aku langsung menyuruh mereka berdua untuk membongkar kasing yang terdapat dalam dus. Mereka menurut dan membongkar bungkusan itu.
"Stop", kataku saat mereka hendak membonkar tutup kasing. Aku langsung mengatakan "ini giliranku, kamu liat aja dulu. Setelah itu baru kamu boleh ikut merakit". Dengan berkomat-kamit aku menerangkan caranya merakit komputer sampai mereka paham. Akhirnya tibalah jatah mereka merakit. Saat itu juga aku menyempatkan diri untuk tidur sejenak dan berlagak kayak bos. hehehe
(Bersambung)
Mumpung lagi nge-blog pingin bagi pengalaman lucu.
Ini terjadi kurang lebih dua minggu yang lalu. Saat itu aku berangkat kerja. Tak lama kemudian ada pelanggan yang meminta unuk mencarikan datanya yang hilang (terdelete). Nah ribet tho? hehehe. Saat itu dari Customer Service memanggilku untuk menemui pelanggannya. Maklum yang terpanggil aku karena terlihat sedang melakukan presensi dengan mesin ceklok hehehe. Nah tho malah jadi pagi-pagi diguyur keringat dingin, nggk enak dapat pekerjaan susah. Dengan terpaksa dan sangat terpaksa aku menemui pelanggan itu. Kalau nggk terpaksa malah ntar dipotong gajinya. Kan ribet.
Terjadilah suatu tawar menawar dan tanya jawab seperti dibawah ini:
Aku : Mmm......, ada yang bisa saya bantu mas?
Pelanggan : Oh ada mas, gini kan laptopku trouble. Datanya ilang sendiri padahal itu data penting.
Aku : (Sok penasaran) Bisa tolong dilihatkan dimana data itu sebelum hilang
Pelanggan itu akhirnya mencarikan lokasi dimana kejadian tidak menyenangkan itu berlangsung. Dengan secepat kilat sudah berhasil memasuki daerah tersebut.
Pelanggan : Ini lho mas, kan tadinya di folder proposal bla bla bla kan ada datanya. Kok tiba tiba hilang sendiri. Biasanya itu kenapa mas?
Aku : (Berlagak lagi sok tahu) Hum...... gitu ya, ada lagi yang hilang?
Pelanggan : Ada mas itu di drive bla bla bla, dengan nama folder bla bla bla. Isinya gambar proyek semua.
Aku : Oh........, gitu ya. Um....., kalau begitu ditinggal aja mas. Ntar kalau sudah jadi dihubungi.
Pelanggan : Kira-kira kapan mas?
Aku : Nggak bisa dipastikan mas.
Pelanggan : Mungkinkah data itu kembali?
Aku : (Biar dikira pintar) Bisa, tapi prosentasenya kecil tidak ada 5 % mas. Tapi tetep saya usahakan untuk mencari data-data Anda.
Tanpa waktu lama, aku langsung memanggil Customer Servise-nya dan menceritakan keluhan yang dialami pelanggan.
Aku : Selanjutnya kuserahkan padamu (dramatis)
CS : Siiipp!!!.... Pokoknya beres dah.
Aku : Mas, kutinggal dulu ya mau bekerja dulu.
Pelanggan : Ya mas, makasih sebelumnya.
Dengan secepat kilat aku kabur dari orang itu. Dalam hati berkata "Mati gue, dapat pekerjaan yang susah di waktu yang sempit". Maklum waktu itu aku masih dikejar pekerjaan yang lain yang sudah lama dan belum kelar karena kerusakan hardware.
Sampailah aku di ruang kerjaku. Saat itu aku langsung bergegas menuju pekerjaanku yang tercecer tak rapi. Kucona teliti lagi kerusakan satu persatu dan.................................................. bukannya malah berhasil tapi telepon berdering Kriiiing.....Kriiing, Kepalaku menguap 1 tingkat sambil mengangkat gagang telepon itu.
Aku : Haloo
??? : Halo, Jun
QS : Jun, itu ada rakitan 5 PC buat warnet di daerah tegal minta besok diambil. Jadi hari ini harus jadi.
Aku : Siiap
QS : Serius lho??
Aku : Hari ini kan????
QS : Ya, pokoknya hari ini harus jadi
Tuuut, tuuut, tuuut.
Dalam batinku "Asem igh, dibikin mbedegel (muak)".
Kulanjutkan pekerjaanku yang sulit dengan mengacuhkan barang baru pesanan dari tegal itu. Semakin pusing dengan kerjaanku semakin tersadar bahwa waktu pada hari itu lebih cepat dari biasanya. "Busyeet, jam 10.25 pagi sudah terlewati. Aku harus cepat-cepat mengerjakan rakitan itu". Kebetulan waktu itu ada anak magang yang masih baru 2 hari datang dan menawarkan jasanya (magang anak sekolah). Dengan mencari kesempatan yang ada aku langsung menyuruh mereka berdua untuk membongkar kasing yang terdapat dalam dus. Mereka menurut dan membongkar bungkusan itu.
"Stop", kataku saat mereka hendak membonkar tutup kasing. Aku langsung mengatakan "ini giliranku, kamu liat aja dulu. Setelah itu baru kamu boleh ikut merakit". Dengan berkomat-kamit aku menerangkan caranya merakit komputer sampai mereka paham. Akhirnya tibalah jatah mereka merakit. Saat itu juga aku menyempatkan diri untuk tidur sejenak dan berlagak kayak bos. hehehe
(Bersambung)