Kok bisa?
Saya sendiri terheran-heran, memilih hidup sederhana, ternyata tak sesederhana itu. Ujian menjadi lebih bertubi-tubi. Kesalahan terjadi pada salah satu sifat saja yang membawa "jiwa pakewuh".
Jiwa Pakewuh
adalah kondisi karakteristik seseorang yang merasa tidak enakan terhadap orang lain, karena takut menyinggung suatu perasaan orang lain sehingga menjadi beban pada diri sendiri. Tipe orang berkarakteristik ini cenderung frustasi dan memilih hidup menyendiri, bukan karena sebagai introvert, tetapi memisahkan diri kepada sosial untuk jangka panjang sampai rasa frustasi ini hilang.
Sesuai dengan pepatah Cina "Orang baik ditindas manusia, tetapi tidak ditindas alam". Hal ini lebih mengacu pada makna, menjadi baik saja tidak cukup harus tegas sehingga tidak ada rasa penindasan dalam hati.
Hanya saja penerapan pepatah ini akan bertabrakan dengan karakteristik yang membawa sisi spiritual Islam, ini hanya terjadi jika bentuk ujian berasal dari lingkungan dalam sendiri, alias keluarga dengan kasus khusus.
Nah kebetulan saya sendiri adalah yang terkena dibagian kasus khusus ini, sehingga yang bisa diselesaikan adalah waktu terlewati saja.
Perkara inilah yang menyebabkan terjadinya simpul hati soal persepsi hati Dao 'Kesederhanaan'. Ujian yang tak jelas arahnya, dan memakan waktu puluhan tahun tanpa henti menyebabkan hilang arah dan blank seperti masuk dalam kehampaan. Hingga terjadi pergelutan hati apakah harus bertahan pada makna hidup sederhana?
Dao Emptiness
Karena tak kunjung selesai, maka jiwa hampa ini semakin lama semakin besar, sehingga menyerang kondisi dan secara tak sadar karakteristiknya juga ikutan berubah. Saya menyebutnya dengan istilah hati Dao Emptiness (Kekosongan).
Apa itu Hati Dao Kekosongan?
Adalah suatu konsep makna hidup untuk melenyapkan bentuk sisi energi positif dan juga negatif, jadi konsep ini menelan semua pengaruh dan jalan ini mungkin sebenarnya tidak ada, alias pura-pura. Karena mencapai bentuk kehampaan itu sejatinya mustahil, tetapi karena makna hidup sederhana sudah tidak bisa ditahan, lebih cenderung memilih melenyapkan sisi positif dan negatifnya saja.
Ini seperti orang yang sudah tidak mengharapkan apa-apa namun juga tidak menerima kenyataan apa-apa juga tidak pada pandangan orang putus asa hingga berakhir yang terburuk. Ini adalah bentuk simpul hati untuk menekan dan menganggap sisi ketiadaan atau dikosongkan. Tidak berharap, tidak mengharapkan, tidak berpikiran buruk, hanya bisa menjalani saja.
Note : Istilah hati dao adalah bentuk kerancuan keberagaman, karena saya pribadi sedang menggeluti dunia donghua yang tontonannya adalah mayoritas tentang orang berkultivasi, sehingga memunculkan persepsi pengganti tulisan agar terlihat lebih berwarna.
