Umum
Cerdik dalam Memilih Pekerjaan
Sebenernya isi ini tidak sama dengan judulnya. hehehe, Mungkin beberapa memang ada yang menyinggung tentang hal itu.
Pernahkah merasa " ngeeeh" dengan lulusan S1 atau D3 tpi masih menganggu…

Sebenernya isi ini tidak sama dengan judulnya. hehehe, Mungkin beberapa memang ada yang menyinggung tentang hal itu.
Pernahkah merasa "ngeeeh" dengan lulusan S1 atau D3 tpi masih menganggur?
Pernahkah berpikir sebelum mencapai gelar itu berapa kali uang yang digelontorkan untuk mendapatkan gelar itu?
Seperti kata-kata mutiara dalam iklan "Mau pintar kok mahal. Tanya Kenapa?"
Dahulu ada orang ahli forex mengatakan kepadaku bahwa "Saat kau menggolontorkan uang sebanyak itu untuk keperluan belajarmu, maka kamu juga harus bisa mengembalikan uang dengan jumlah dua kali lipat setelah belajarmu selesai".
Dari kata-kata diatas memaksudkan bahwa saat kita mengeluarkan biaya untuk sekolah, maka setelah lulus kita harus mampu mendapatkan biaya itu kembali lewat bekerja.
Dari situ bisa dipikirkan kemana kita akan bersekolah?.
Apakah kita sudah siap?
Mampukah kita sampai finish?
Hal sepele namun banyak yang tidak terpikirkan akan semua itu. Banyak anak pelajar (sekolah atau kuliah) yang terlalu banyak bersenang senang. Bolehlah bersenang-senang asal tidak terlalu banyak hingga sering membolos.
Hal seperti itu juga terjadi di kampus tempat aku mencari ilmu. Banyak lulusan yang lepas dari target lulus. Harusnya hal yang negatif itu tidak boleh lebih dari 2%.
Kepala Akademik pernah bilang bahwa "Jadikanlah dirimu untuk lulus dengan target".
Sebelum aku melanjutkan mari kita renungkan sejenak dan berpikir kembali "kemana kita akan berlabuh. Apakah jalan yang kita lalui itu udah benar?"
Ini adalah pengalamanku yang lainnya. Yaitu saat aku tidak bermaksud ingin melamar pada pekerjaan dimana sekarang aku ini bekerja. Saat itu bosku menyukai kinerjaku hingga dia menempaku sangat keras. Rasanya seperti ingin putus asa. Saat itu juga bosQ bilang
"Jadilah Songoku, dimana dia waktu kecil itu tidak terlalu kuat. Tapi karena dia suka tantangan akhirnya dia bisa sangat kuat. Dan saat dia mati dia akan bangkit dari kematian itu."
Maksudnya gini. Saat kita pertama kali bekerja kita itu tidak bisa dikatakan kuat. Makanya kita harus tabah melawan tekanan-tekanan dalam pekerjaan hingga kita bisa menjadi lebih kuat. Dan suatu saat kita akan menyadari bahwa kemampuan kita bisa meningkat lebih tinggi dari apa yang kita pikirkan waktu itu. Dan untuk kematian itu bermaksud saat kita mengalami keterpurukan kita harus bangkit kembali.
Nah dari semuanya itu kita bisa mengerti bahwa saat ini kita itu masih bayi yang belum bergerak bebas. Kita dipaksa untuk mencari target tepat agar kita bisa berlari bahkan terbang lebih cepat dari yang kita bayangkan.
Dari semua kata-kata mutiara itu bisa didapat pengertian. Untuk mencari pekerjaan yang bergaji besar bukan berarti kita harus menuju ke perusahaan besar tapi kita lebih baik memilih ke tempat yang cocok untuk kita saat ini (bayi). Karena kita masih belum mempunyai ilmu untuk berkecimpung di perusahaan yang besar itu. Kita tempa ilmu itu disitu hingga kita kuat dan berhasil menyebrangi dunia pekerjaan.
Nah kalau kita bisa berpikir seperti itu (cerdik), maka kita tidak akan menganggur hanya karena kita belum kuat untuk menembus perusaahaan yang besar.
Tak usahlah kau mencari rejeki yang banyak. Karena rejeki itu datangnya dari Allah. Jadi rejeki yang sedikitpun kita harusnya mensyukurinya.
:Selamat Bertanding: