Nostalgia
Guru Of English Teacher
Malam readers.....
Hari yang sejuk setelah malam panjang diguyur hujan. Biar nggak lupa tanggal berapa, setiap pagi selalu ngecek kalender hehehe. Padahal gajiannya masih lama hehehe.
Oh ya kenapa a…
Malam readers.....
Hari yang sejuk setelah malam panjang diguyur hujan. Biar nggak lupa tanggal berapa, setiap pagi selalu ngecek kalender hehehe. Padahal gajiannya masih lama hehehe.
Oh ya kenapa aku ngasih judul "Guru Of English Teacher" karena dialah guru yang mampu mengeluarkan bakatku tentang mempelajari bahasa inggris
Dalam perjalanan hidupku, sudah 4 kali aku diajarkan pelajaran bahasa Inggris dengan guru yang berbeda di tiap level yang beda pula. Pada waktu SMP, aku diajarkan oleh ibu Mursiyem, alm. Dulu waktu itu aku masih pertama mengenal pelajaran bahasa inggris rasanya sangat membingungkan. Walaupun sudah diajarkan beberapa kali, tetap belum paham juga.
Nah, setelah aku lulus SMP dan melanjutkan ke tingkat SMK, disitulah aku bertemu dengan dia. Saat itu aku masuk dalam ruang Lab. Bahasa. Dia langsung memperkenalkan diri seperti guru yang lainnya saat pertama kali bertemu. Nah setelah pertemuan itu dia langsung memberikan ujicoba kemampuan mengeja bahasa Inggris. Kebetulan juga aku duduk depan sendiri kolom 4. Jadi dengan terpaksa aku kena lebih dahulu daripada teman teman untuk giliran mengeja per-huruf.
Baru saat aku memulai, mereka langsung menertawaiku keras keras. Maklum saat itu aku sudah salah kaprah mengeja. Harusnya huruf "a" dibaca 'e', tpi aku malah bacanya 'ai'. Rasanya malu banget. Di langsung bilang kepadaku kalau besok ketemu pelajarannya lagi akan ada acara kayak gini lagi, yaitu mengeja per-huruf.
Saat itulah aku melihat kelemahanku. Kemudian aku berlatih dan berlatih. Alhamdulillah, akhirnya bisa waktu giliranku membaca. Dia juga yang membuatku mencintai pelajaran bahasa Inggris. Dia yang selalu mencoba membangunkan muridnya, melatih muridnya dengan metodenya sehingga muridnya bersemangat untuk belajar.
Metode yang kusukai adalah metode face to face atau head to head, tanya jawab memakai bahasa Inggris. Bila ada ulangan harian nilainya pada turun, otomatis akan dilakukan remidi dihari berikutnya setelah pembagian nilai.
Dari metode itulah aku setidaknya menjadi lebih paham materi bahasa inggris.
Metode yang kusukai adalah metode face to face atau head to head, tanya jawab memakai bahasa Inggris. Bila ada ulangan harian nilainya pada turun, otomatis akan dilakukan remidi dihari berikutnya setelah pembagian nilai.
Dari metode itulah aku setidaknya menjadi lebih paham materi bahasa inggris.
Sayang sekali dia hanya sekejap di sekolahan, karena dia harus ikut suaminya pergi. Hehehe....disini saya tidak ada rasa cinta lho cuman kagum aja padanya. jadi tak ada rasa patah hati :P.
Setelah ditinggal pergi kini diganti guru yang lainnya. Kali ini dia berbeda metode dengan yang dulu. Dia lebih suka dengan reflek pendengaran. Jadi tiap hari digembleng trus untuk listening. Hehehe....
Alhamdulillah akhirnya dari mereka semua aku lulus dengan nilai bahasa Inggris yang tidak buruk Tapi yang kuanggap Guru of English Teacher atau bisa dibilang dengan master gurunya guru bahasa Inggris adalah dia yang meninggalkan sekolahan dengan cepat.
Dari semua daftar guru diatas, semuanya unik cara mengajarnya.
Bu Mursiyem, alm guru bahasa Inggrisku waktu SMP. Dia mengajari ilmu bahasa Inggris tpi aku malah mendapatkan ilmu kepribadian yang menarik dari dirinya. Dia mempunyai kharisma tersendiri. Walaupun ditakuti oleh murid-muridnya pada jaman dahulu, tapi aku merasa dia itu tidak menakutkan. Mungkin pancaran dari kharisma itu sendiri. Dia juga berjasa penting bagaimana awalnya aku menyukai pelajaran bahasa Inggris.
Bu Ita. Dia adalah guru terpopuler dimasanya dikelasku. Maklum waktu itu dia belum menikah hehehe. Mungkin banyak murid menyukai dia karena cantik, tpi aku menyukai metode cara dia mengajar. Dari dia aku mendapatkan bekal lebih cepat dari yang kudunga.
Bu Eny. Dia adalah guru pengganti bu Ita. Mungkin tidak sepopuler ibu Ita, tpi dengan metode yang berbeda dia mampu membawa suasana kelas menjadi nyaman. Semua murid tertuju dan fokus pada pelajaran bahasa Inggris saat dia mengajar. Dia juga yang membantuku meraih nilai positif saat ujian TOEIC.
Dari semua daftar guru diatas, semuanya unik cara mengajarnya.
Bu Mursiyem, alm guru bahasa Inggrisku waktu SMP. Dia mengajari ilmu bahasa Inggris tpi aku malah mendapatkan ilmu kepribadian yang menarik dari dirinya. Dia mempunyai kharisma tersendiri. Walaupun ditakuti oleh murid-muridnya pada jaman dahulu, tapi aku merasa dia itu tidak menakutkan. Mungkin pancaran dari kharisma itu sendiri. Dia juga berjasa penting bagaimana awalnya aku menyukai pelajaran bahasa Inggris.
Bu Ita. Dia adalah guru terpopuler dimasanya dikelasku. Maklum waktu itu dia belum menikah hehehe. Mungkin banyak murid menyukai dia karena cantik, tpi aku menyukai metode cara dia mengajar. Dari dia aku mendapatkan bekal lebih cepat dari yang kudunga.
Bu Eny. Dia adalah guru pengganti bu Ita. Mungkin tidak sepopuler ibu Ita, tpi dengan metode yang berbeda dia mampu membawa suasana kelas menjadi nyaman. Semua murid tertuju dan fokus pada pelajaran bahasa Inggris saat dia mengajar. Dia juga yang membantuku meraih nilai positif saat ujian TOEIC.
Ni ada foto yang juga merupakan foto perpisahan dan kenangan bersama dia dan teman teman.
TERIMAKASIH BU GURU
