Nostalgia
Black
Black Saksi perjalanan hidup seseorang Pagi Readers... bangun ayo bangun dah pagi, waktu Indonesia bagian barat lho, bukan waktu bagian pasifik. Plok plok !!!. Yach masih ngorok juga, hehehe. Mending a…
Black
Saksi perjalanan hidup seseorang
Pagi Readers... bangun ayo bangun dah pagi, waktu Indonesia bagian barat lho, bukan waktu bagian pasifik. Plok plok!!!. Yach masih ngorok juga, hehehe. Mending aku bernostalgia aja dengan hadiah istimewa dari Mas aku.
Ingin tau nggak apa hadiahnya???
Pasti penasaran, hehehe.
Mungkin beberapa orang yang dekat denganku tak penasaran, karena aku beberapa kali berkata kalau dia menemaniku hampir 14 tahun lebih. Untuk kepastiannya harus dihitung dulu. Karena masih pagi, malas deh ngitung, mending mengira ngira aja hehehe.
Pasti penasaran, hehehe.
Mungkin beberapa orang yang dekat denganku tak penasaran, karena aku beberapa kali berkata kalau dia menemaniku hampir 14 tahun lebih. Untuk kepastiannya harus dihitung dulu. Karena masih pagi, malas deh ngitung, mending mengira ngira aja hehehe.
Dia itu adalah sebuah alat yang dibelikan oleh masku, sebenarnya si alat itu untuk mbak aku biar bisa kerja. Nah sebelum ada black-pun sebenarnya aku sudah punya mini-black sendiri. Nggak tau itu pemberian ayah atau kakak, hehehe.
Ni foto diambil saat aku masih TK dan berada di rumah nenek. Hobiku waktu itu adalah mengendarai sepeda. Maklum, sepeda baru hehehe...Q coba naikin sepeda walaupun belum bisa menjaga keseimbangan. Terkenal ngebut, walaupun masih anak anak hehehe. Dan lebih parahnya lagi, tidak pernah bisa ngerem. Selalu saja sengaja menabrakkan dinding untuk turun dari sepeda. Untungnya dinding rumah nenek, coba rumah tetangga bisa perang badar. Hahahaha...
Itu black awal pertama. Sampai sekarang masih sama. Lambanya pun elang. Sekarang dipakai oleh keponakan saya, mungkin dia bakalan yang menggantikan saya sebagai penerus black master.
Pernah kejadian menaiki sepeda ini bersama temen sekampung. Waktu itu dia agak gemuk dari aku dan memboncengku. Ku kendarai mini black keliling kampung daerahku. Ada kejadian menarik saat aku melewati jalan menanjak. Kupikir waktu itu karena temanku gendut, jadi aku tancap gas. Saat mulai naik, aku usahakan mengayuh dengan sekuat tenaga. Tak disangka Bang!!!!, sepeda jadi standing dan kami terjatuh. Hahaha...anak gendut dibelakang siiii, jadi jatuh nggak kuat, hahaha... Kalau ingat kejadian itu pasti tertawa karena lucu. Sekarang si gendut udah menikah dan punya anak, jarang ketemu lagi. Wish U the best friend.
Pernah kejadian menaiki sepeda ini bersama temen sekampung. Waktu itu dia agak gemuk dari aku dan memboncengku. Ku kendarai mini black keliling kampung daerahku. Ada kejadian menarik saat aku melewati jalan menanjak. Kupikir waktu itu karena temanku gendut, jadi aku tancap gas. Saat mulai naik, aku usahakan mengayuh dengan sekuat tenaga. Tak disangka Bang!!!!, sepeda jadi standing dan kami terjatuh. Hahaha...anak gendut dibelakang siiii, jadi jatuh nggak kuat, hahaha... Kalau ingat kejadian itu pasti tertawa karena lucu. Sekarang si gendut udah menikah dan punya anak, jarang ketemu lagi. Wish U the best friend.
Sejak beberapa tahun aku sudah tidak mengendarai mini black, maklum karena aku sudah masuk SD. SD aku sering berjalan kaki. Mini black, juga sudah masuk gudang dan tak pernah disentuh. Suatu ketika masku membeli sepeda baru, yaitu sepeda mini merek Phoenix. Warna hitam mengkilat dan kalau dilihat sangat elegan. Maklum jaman dulu masih tenar tenarnya sepeda mini Phoenix. Saat itu juga aku sedang tidak tertarik pada sepeda, aku lebih memilih jalan kaki. Lha Wong Perek dari rumah, tempat belajarku itu. Hehehe.....
Hari berganti hari, karena ada acara sepeda ria bersama teman SD, akhirnya Q memutuskan untuk meminjam sepeda itu. Itulah awal pertama aku berkenalan dengan Black. Karena kebiasaan memakai sepeda itu, masku membelikan sepeda yang baru. Baru disini adalah dalam artian bekas dipakai orang tapi baru pindah tempat. Hehehe, alias barang second. Sepeda baruku itu berwarna putih. Bentuknya seperti sepeda sport tpi lebih klasik. Aku sudah mulai menyukainya. Hanya saja saat ku mengecek keseluruhan, ada yang bermasalah pada bagian rem sebelah belakang. Saat kucoba mengerem, rem itu tidak pernah beraksi. Namun hanya beberapa selang detik, rem itu langsung beraksi dan mengagetkanku. Roda bagian belakang itu mengangkat ke atas dan hampir menjungkir-balikkanku. Aku langsung ketakutan dan tidak berani memakainya lagi.
Setelah beberapa lama tidak memakainya lagi, aku mencoba memberanikan diri untuk memakainya. Kucoba dan kucoba hasilnya masih sama. Aku belum bisa menunngangi sepeda jantan itu. Akhirnya aku memilih untuk bertukar sepeda dengan mbakku.
Setelah beberapa lama tidak memakainya lagi, aku mencoba memberanikan diri untuk memakainya. Kucoba dan kucoba hasilnya masih sama. Aku belum bisa menunngangi sepeda jantan itu. Akhirnya aku memilih untuk bertukar sepeda dengan mbakku.
Sepeda itulah yang menemaniku sampai sekarang ini. Dialah saksi aku lulus SMP hingga masuk Sekolah Tinggi. Dia juga menjadi saksi bisu cintaku yang terpendam. Bagiku dia adalah barang sejarah yang tak ternilai. Meskipun dunia telah berubah, dari yang bersepeda hingga sekarang motor yang berkuasa. Hatiku tetap komitmen pada Black.
